Saturday, 7 November 2015

BERBAGI CERITA DARI JAKARTA

Menjadi Pemenang Bilik Sastra VOI Award 2015

      Beberapa bulan yang lalu,aku iseng-iseng mengirimkan cerpenku ke Bilik Sastra Voice Of Indonesia Radio Republik Indonesia Siaran Luar Negeri.Ternyata Cerpenku diterima dan dibacakan di acara Bilik Sastra.Bahkan saat itu aku juga sempat ditelpon oleh Mbak Devi,salah seorang penyiar di bilik sastra VOI.Beliau bertanya tentang proses pembuatan cerpenku itu.
     
     Waktu berlalu,bulan pun sudah berganti.Ketika beberapa minggu yang lalu saya membuka-buka dan membaca email yang masuk ke akun emailku.Salah satu email yang masuk ternyata dari VOI. Betapa senangnya hatiku saat itu.Karena di email itu,pihak VOI memberitahukan bahwa cerpenku masuk dalam nominasi 20 besar Bilik Sastra VOI Award 2015.Bayangkan saja,itu cerpen pertamaku.Sengaja aku tampar-tampar pipiku untuk membuktikan kalau aku sedang tidak bermimpi (yahhh,,kayak di film film gitu gaes).Dan beberapa hari kemudian,aku mendapatkan email lagi yang lebih menggetarkan hati.Cerpenku berhasil masuk 2 besar cerpen terbaik dan aku diundang ke Jakarta dengan tiket dan semua akomodasi ditanggung oleh pihak VOI.Waowwwww.... gak nyangka banget aku.Sampai-sampai airmataku menetes saat aku melakukan sujud syukur.
     
     Singkat cerita,pada tanggal 31 Oktober 2015 kemarin,berangkatlah aku memenuhi undangan dari VOI.Aku terbang dengan menggunakan pesawat Garuda menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta(kapan lagi gaess pegawai Bank Unan seperti saya ini bisa naik Garuda. Haha..)Sampai disana,kru VOI yang menjemput kami menyambut kami dengan sambutan yang luar biasa ramah.Saya dan pemenang dari Hongkong bernama Susana Nisa disambut oleh mbak Wati,mbak Enggar,bu Volda,pak Sapto,mas Tisna dan juga mas Tatang.Sebelum menuju ke hotel tempat kami menginap,kami diajak singgah dulu di Restoran 2 Tak di Cikini.Restoran dengan ciri khas dan masakan Sunda ini menyajikan makanan yang luar biasa enak dengan harga yang relatif murah.
    
    Setelah selesai makan,kami melanjutkan perjalanan kami menuju hotel tempat kami menginap selama di Jakarta.Di sepanjang jalan,Pak Sapto yang memandu mobil menjelaskan tempat-tempat yang kami lewati dengan sangat ramah sekali.Dan kami berdua yang memang belum pernah ke Jakarta sebelumnya merasa antusias mendengarkan cerita dari Pak Sapto tersebut.Hingga tanpa terasa,sampailah kami ke Fave Hotel yang berada di Jalan Cideng Timur 58 Jakarta.Di hotel inilah aku menginap selama 4 hari berada di Jakarta.
     
    Minggu pagi,aku sudah ditelpon oleh mbak Wati untuk bersiap jam 9 pagi.Karena pada hari inilah acara pemberian penghargaan akan dilaksanakan.Kami dijemput di hotel tepat jam 9 pagi.Sebelum menuju ke tempat acara,kami berdua diajak jalan-jalan dulu ke Monumen Nasional atau yang lebih dikenal dengan sebutan Monas.Dari Monas kemudian singgah ke kantor Mahkamah Konstitusi dan berfoto ria bersama sebelum akhirnya ke tempat acara penghargaan.
     
     Dan akhirnya,sampailah kami berdua ke tempat yang sangat kami nanti-nantikan.Ya... di Kantor Stasiun RRI Jakarta tepatnya di auditorium Abdurrahman Saleh.Acara dimulai dengan pembukaan diteruskan dengan sambutan oleh Kepala Stasiun Luar Negeri RRI Pak Eddy Sukmana.Acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada pemenang Bilik Sastra VOI Award 2015.Dan begitu namaku dipanggil,rasanya jantung ini berdetak semakin cepat dan tubuh serasa menggigil kedinginan.seluruh pandangan mata hadirin tertuju kepada kami berdua.

Dari kiri : Pemenang berfoto bersama Kepala Stasiun Luar Negeri dan Kepala Bidang

      Selesai acara penghargaan,kami sebagai pemenang juga berkesempatan menjadi pembicara di acara dialog yang dipandu oleh penyiar kawakan mbak Nouva Kasim.Selain kami,pihak penyelenggara juga mengundang 3 pembicara lain yaitu penulis Bunda Pipiet Senja,Redaktur Senior Republika sekaligus penulis Irwan kelana,dan penulis skenario mbak Nadia.Dialog seru terjadi tentang sastra migran.Kami juga ditanya tentang perjalanan kami dalam menulis cerpen yang berhasil membawa kami menjadi juara tersebut.Setelah acara puncak penghargaan selesai,kami diajak masuk ke studio RRI Siaran Luar Negeri untuk melihat-lihat studio dimana cerpen kami dibacakan.Kami juga diperkenalkan dengan semua penyiar dan seluruh kru VOI.Kami yang selama ini hanya kenal mereka dari suara merdu mereka yang mendayu-dayu di udara akhirnya berkesempatan untuk bertatap muka dengan mereka.
    
     Selesai acara penghargaan,kami diajak jalan-jalan keliling Ibukota. Mulai dari mengunjungi Kota Tua,Museum Fatahillah,Museum Bahari,dan menara Syahbandar.Tapi sayang, kami gak sempat masuk dan berlama-lama disana karena keterbatasan waktu. Keesokan harinya,kami berkesempatan mengunjungi Masjid Istiqlal Jakarta dan diterima sebagai tamu VIP.Biasanya,hanya tamu-tamu negara ataupun pejabat pemerintah saja yang bisa diterima sebagai tamu VIP ini.Gak kebayang kan,betapa senengnya hati kami.Bisa duduk di kursi yang biasa diduduki Presiden maupun Kepala Negara dari negara sahabat.Bisa menabuh bedug masjid yang hanya orang-orang penting saja bisa melakukannya (semoga suatu saat saya bisa menjadi orang penting beneran. hehehee...)
   
     Sore harinya,kami berkesempatan mengunjungi Harian republika dan bertemu dengan Redaktur Pelaksana Harian Pak Subroto.Beliau berpesan kepada kami untuk tidak berhenti sampai disini. Menyarankan kami untuk bisa berpartisipasi juga untuk menulis di Republika melalui rubrik opini dan sastra.Kami diajak naik ke lantai 4 kantor Republika untuk melihat secara langsung bagaimana sebuah berita itu dari ditulis kemudian masuk ke editor kemudian dicetak.Sebuah pengalaman luar biasa tentunya untuk kami yang selama ini hanya taunya membaca koran yang sudah jadi.
     
     Di hari terakhir di Jakarta,aku berkesempatan mengunjungi Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin di Taman Ismail Marzuki.Disana saya melihat-lihat karya para sastrawan terkenal semacam Khairil Anwar,Taufiq Ismail,Abdul Hadi,dan sastrawan lainnya.Sayangnya pada kunjungan ke PDS H.B.Jassin ini sahabat saya Susana Nisa tidak bisa ikut karena sudah harus kembali ke Hongkong. Secara kebetulan,saya bertemu dengan seorang penulis buku dari Belanda Dick Van Der Meij. Beliau adalah seorang penggiat sastra Jawa kuno,Melayu,Bali dan sastra-sastra Nusantara lainnya. Bahkan beliau sangat pandai bertutur jawa halus. Yang kita orang Jawa aslipun belum tentu bisa. Dan dalam kunjungan ini,saya bertemu dengan sahabat lama saya mbk Dwi beserta suaminya. Jadi deh,reuni sekaligus jalan-jalan.Hehehe..

     Selesai dari PDS H.B.Jassin,saya memberanikan diri untuk pergi ke Bogor ke tempat teman sepermainan saya di masa kecil.Saya memberanikan diri naik KRL dari stasiun Cikini menuju Bogor.Disana,teman saya sudah menunggu dan akhirnya saya diajak jalan-jalan ke Istana Bogor,Kebun Raya Bogor dan juga ke Puncak. Wahhhh... kebayang kan gaes serunya. Ibaratnya pepatah sekali mendayung,dua tiga pulau terlampaui.Sekalian ke Jakarta,sekalian bereuni dengan sahabat yang sudah lama tidak bertemu.

     Empat hari di Jakarta,sampailah saatnya aku harus kembali ke tanah rantau.Huhuhuhu... sedih banget gaes,harus berpisah dengan kru VOI yang sudah 4 hari bersama-sama.Meninggalkan sejuta kenangan yang sangat menyenangkan bersama mereka. Bahkan sudah seperti keluarga sendiri. Itu kata-kata Bu Rita,bagian kerjasama VOI yang selalu aku ingat.

    Terima kasih Voice Of Indonesia atas sambutan yang luar biasa kepada kami. Semoga makin berkembang dan mampu mengangkat nama bangsa Indonesia ke seantero dunia. Dan dari hati yang terdalam,aku berharap semoga suatu saat nanti bisa kembali bertemu dengan semua kru VOI yang sangat ramah luar biasa.Untuk sahabatku di perantauan yang ingin seperti saya,mari berkarya gaes. Kirim cerpen kalian ke email voirri@gmail.com.Mungkin tahun depan kalian yang akan kesana. Dan dimanapun kalian berada,jangan pernah berhenti untuk berkarya dan membawa nama baik negeri tercinta.Selamat berkarya.
     
     

                                              










Saturday, 17 October 2015

UNTUKMU TUAN PUTRIKU

Maafkan aku,…
Aku tak setangguh yang kamu inginkan
Maafkan aku,,,
Aku tak setegar yang kamu harapkan
Maafkan aku,,,
Aku tak sehebat yang kamu sangkakan

Aku lemah
Aku pasrah
Aku menyerah
Dan aku kalah

Aku harap,,,
Kamu akan terus bahagia
Aku harap,,,
Kamu akan terus tertawa
Aku harap,,,
Kamu akan melanjutkan cita-cita
Meskipun kita tak lagi bersama

Maafkan aku,,,
Aku lelah
Aku pasrah
Aku menyerah kalah

PEKATNYA HARAPAN

Hitam langit kalbu
Terselimuti resah
Kelam dan kelabu
Hati ini gelisah
Lelah lelah sudah
Ku menunggu perubahan
Letih ku menanti yang tak pasti
Harapan

Harapan nan semu melelahkan
Timbulkan asap gelap nan pekat
Pekat yang tak pernah usai
Mendera hati nan gundah gulana
Tertatih perih aku merintih

Desiran pasir sapa musafir
Petualang cinta hilang pelana
Menggores hati penuh luka
Luka jiwa terhiris asmara
Asmara cinta jauhkan asa

Langit makin menghitam
Harapanpun semakin kelam
Seiring jejak langkahmu tinggalkan bayangan
Bayangan semu nan memabukkan

~ Pang5Mr_i

Tuesday, 4 August 2015

PENYESALAN YANG TIADA BERGUNA



Gambar hiasan dari google

Ketika datang hari..
Dimana hari itu aku dimakamkan
Hari itu aku mati,
Perlahan...
Tubuhku ditutup tanah.
Perlahan...
Semua pergi meninggalkanku...
Masih terdengar jelas langkah-langkah
terakhir mereka,
Aku sendirian,
Di tempat gelap yang tak pernah
terbayang,
Sendiri,
Menunggu pertanyaan malaikat...
Belahan hati,
Belahan jiwa pun pergi.
Apa lagi sekedar kawan dekat atau
orang lain.
Aku bukan siapa-siapa lagi bagi
mereka...
Sanak keluarga menangis,
Sangat pedih,
Aku pun demikian,
Tak kalah sedih...
Tetapi aku tetap sendiri,
Di sini, menunggu perhitungan.
Menyesal sudah tak mungkin.
Tobat tak lagi dianggap,
Dan maaf pun tak bakal didengar,
Aku benar-benar harus sendiri...
Ya Allah...
Jika Engkau beri aku 1 lagi
kesempatan,
Jika Engkau pinjamkan lagi beberapa
hari milik-MU,
Untuk aku perbaiki diriku,
Aku ingin memohon maaf pada
mereka...
Yang selama ini telah merasakan
dzalimku,
Yang selama ini sengsara karena aku,
Tersakiti karena aku...
Aku akan kembalikan jika ada harta
kotor ini yang telah kukumpulkan,
Yang bahkan kumakan,
Ya Allah beri lagi aku beberapa hari
milik-Mu,
Untuk berbakti kepada Ayah & Ibu
tercinta...
Teringat kata-kata kasar & keras yang
menyakitkan hati mereka,
Maafkan aku Ayah & Ibu, mengapa
tak kusadari betapa besar kasih
sayangmu,
Beri juga ya Allah aku waktu untuk
berkumpul dengan keluargaku,
Menyenangkan saudara-saudaraku..
Untuk sungguh-sungguh beramal
soleh.
Aku sungguh ingin bersujud
dihadapan-Mu lebih lama lagi..
Begitu menyesal diri ini.
Kesenangan yang pernah kuraih dulu,
Tak ada artinya sama sekali...
Mengapa kusia-siakan waktu hidup
yang hanya sekali itu...?
Andai aku bisa putar ulang waktu
itu...
Dan ketika aku dimakamkan hari itu,
Semua menjadi tak termaafkan,
Dan ketika semua menjadi terlambat,
Dan ketika aku harus sendiri...
Untuk waktu yang tak terbayangkan
sampai yaumul hisab & dikumpulkan
di Padang Mashar...

Saturday, 13 June 2015

CARA MEMESAN BUKU MODUL POKOK UT

   Universitas Terbuka merupakan sebuah Perguruan Tinggi Negeri yang menerapan sistem belajar jarak jauh dan mengharuskan mahasiswanya belajar secara mandiri.Termasuk didalamnya untuk bisa mendapatkan buku penunjang kegiatan belajar.

 Mungkin masih banyak teman-teman mahasiswa Universitas Terbuka belum tahu bagaimana cara mendapatkan Buku Modul Pokok sebagai penunjang kegiatan belajar mereka.Disini saya ingin memberikan tutorial untuk mendapatkan buku-buku tersebut lengkap disertai dengan gambar petunjuknya beserta cara pembayarannya.Langsung aja yah... Monggo dibaca semoga bermanfaat.

1.Pertama sekali kita masuk ke alamat www.ut.ac.id kemudian pilih menu "TOKO BUKU ONLINE" disebelah kiri layar. (lihat gambar petunjuk dibawah).


2.Langkah selanjutnya adalah mendaftar menjadi anggota Toko Buku Online terlebih dulu. Klik "DAFTAR' untuk melakukan pendaftaran anggota TBO.(lihat gambar nomer 2 dibawah).


3.Isikan Biodata lengkap anda. Masukkan Nomer Induk Mahasiswa dan email. Usahakan email yang kita pakai adalah yang email yang kita gunakan untuk aktifasi Tutorial Online di UT.(lihat contoh gambar nomer 3).


4.Seterusnya perhatikan gambar nomer 4 dibawah.Masukkan alamat lengkap anda,karena alamat ini akan dipakai untuk mengirimkan buku. Untuk kolom Pekerjaan dan Latar Belakang Pendidikan tidak perlu diisi karena status kita masih sebagai mahasiswa.Setelah semua semua biodata kita isi,pastikan kita mengeceknya sekali lagi untuk menghindari kesalahan yang tidak diinginkan.Setelah kita pasti data yang kita isi sudah benar,klik "DAFTAR".


5.Langkah seterusnya kita buka tab baru dan masuk ke alamat email yang kita daftarkan tadi. Periksa di kotak masuk atau di spam,akan ada email verifikasi pendaftaran anggota TBO.Tulis password yang diberikan oleh admin,kemudian klik link verifikasi berwarna biru (lihat lingkaran warna merah pada gambar 5) kita akan dialihkan secara otomatis ke web TBO.



6.Selanjutnya kita melakukan login untuk bisa memesan buku di Toko Buku Online. Masukkan email kita dan password yang sudah kita simpan didalam email verifikasi tadi.(lihat gambar 6 dibawah). Setelah itu klik "MASUK".


7.Anda sudah bisa mulai melakukan pemesanan buku.Perhatikan layar sebelah kiri anda. Pilih huruf awal dari kode buku yang akan kita pesan.(lihat gambar nomer 7 dibawah).Misalnya kita akan beli buku berkode ISIP,maka klik huruf "I".


8.Misalnya kita akan membeli buku ISIP,klik huruf I maka dilayar kiri akan muncul pilihan kode buku berawalan huruf I.Dan kita pilih yang ISIP maka disebelah kanan layar akan muncul semua judul buku yang berkode awal ISIP.(lihat contoh gambar nomer 8).


9.Apabila kita sudah menemukan buku yang akan kita beli,silahkan klik judul buku tersebut.Maka akan muncul rincian buku tersebut termasuk harganya. Bila kita mau membelinya kita klik "BELI" dibagian bawah buku tersebut (lihat gambar 9).


10.Apabila kita akan membeli buku lainnya,kita cukup melihat di layar sebelah kiri di tampilan abjad. Lakukan seperti langkah sebelumnya untuk mencari dan membeli buku yang akan kita beli.(lihat gambar 10)


11.Apabila semua buku yang akan kita beli sudah cukup,cek kembali semua judul dan kode buku yang akan kita beli tersebut. karena banyak buku yang kodenya hampir sama.Pastikan buku yang kita beli sudah betul untuk melakukan proses selanjutnya.(lihat contoh gambar 11)



12.Setelah memastikan semua buku yang kita pesan benar,seterusnya adalah mengisi alamat pengiriman. Biasanya alamat pengiriman akan dibuat sama dengan alamat waku kita melakukan pendaftaran.Akan tetapi kita bisa merubah alamat tersebut sesuai dengan keinginan kita. Bisa juga ke alamat Luar Negeri.Akan tetapi saya sarankan untuk teman-teman yang berada diluar negeri untuk tidak mengisi alamat Luar Negeri. Disamping biaya pengiriman yang lebih mahal,buku tersebut beresiko kena cekal di bea dan cukai.Saran saya, alamat pengisian kita isi alamat kita di Indonesia. Nanti setelah buku sampai di alamat kita di Indonesia,baru kita suruh keluarga yang dirumah mengirimkan ke alamat kita di Luar Negeri dengan memakai paket jenis EMS di Kantor Pos. Kenapa saya sarankan pakai EMS? Karena ada asuransinya dan buku dijamin sampai ke tangan kita dengan selamat.Biasanya proses pengirimanpun seminggu sudah sampai kealamat kita di Malaysia kalau kita pakai paket EMS.
Setelah kita isi alamat,langkah seterusnya adalah klik "Lanjutkan".(lihat gambar nomer 12 dibawah).


13.Setelah itu dilayar akan muncul rincian biaya buku keseluruhan termasuk biaya pengiriman. Lihat layar dibagian paling bawah.(lihat gambar contoh 13). Ada 3 pilihan yang bisa kita lakukan untuk langkah seterusnya.Paling kiri "Batalkan" untuk membatalkan pemesanan buku. Bagian tengah "Edit Order" untuk merubah pesanan ataupun untuk menambah atau mengurangi jumlah buku yang dipesan. Dan sebelah kanan adalah "Checkout" untuk meneruskan pemesanan buku.Bila anda sudah yakin dengan buku yang anda pesan,klik "Checkout" tersebut untuk proses selanjutnya.


14.Setelah kita klik "Checkout",maka dilayar akan muncul pemberitahuan order kita. Disitu juga tertulis nomer billing untuk melakukan pembayaran(lihat gambar dilingkaran merah pada gambar 14 dibawah).Anda bisa mancatat dan langsung melakukan pembayaran dengan memakai nomer billing tersebut.


15.Langkah seterusnya kita periksa email kita.Biasanya rincian pemesanan buku akan dikirim ke email kita,termasuk nomer order dan nomer billing.Catat atau print nomer billing tersebut untuk melakukan pembayaran.(lihat gambar 15).


Langkah selanjutnya adalah melakukan pembayaran.Pembayaran Buku Modul UT caranya sama dengan pembayaran Registrasi UT. Perlu diingat bahwa pembayaran buku paling lambat 3 hari setelah pemesanan buku dilakukan atau setelah kita menerima email pemberitahuan dari pihak TBO. Apabila lebih dari 3 hari maka pemesanan buku kita dianggap batal dan kita harus melakukan pemesanan ulang untuk bisa mendapatkan buku. Berikut ini adalah berbagai cara yang bisa digunakan untuk melakukan pelunasan pembayaran Buku Modul UT :

ATM BANK BRI
a.Masukkan kartu ATM dan PIN
b.Pilih menu PEMBAYARAN/PEMBELIAN
c.Pilih PENDIDIKAN
d.Masukkan kode 009 (kode UT) diteruskan nomer billing yang sudah kita catat tadi.
e.Akan muncul konfirmasi nama pembayar dan jumlah pembayaran,pilih "YA"
f.Cetak dan simpan bukti transaksi.
g.Pembayaran selesai.

ATM BANK MANDIRI
a.Masukkan kartu atm dan pin kemudian pilih menu PEMBAYARAN / PEMBELIAN
b.pilih sub menu MULTIPAYMENT.
c.Masukkan kode UT 10061 kemudian masukkan nomer billing yang sudah kita catat sebelumnya.
d.Pilih 1 untuk item pembayaran.
e.Akan muncul konfirmasi nama pembayar dan jumlah pembayaran kemudian pilih "YA".
f.Cetak dan simpan bukti transaksi
g.Pembayaran selesai.

ATM BANK BTN
a.Masukkan kartu atm dan pin
b.Pilih bahasa layanan
c.pilih menu "TRANSAKSI LAINNYA"
d.Pilih menu "PEMBAYARAN"
e.Silahkan masukkan kode UT 0115
f.Masukkan nomer billing
g.Pilih jenis rekening yang anda gunakan
h.Cetak dan simpan bukti pembayaran
i.Pembayaran selesai

MOBILE BANKING BRI
a.Masuk ke aplikasi mobile banking BRI
b.Pilih Pembayaran
c.Pilih Pendidikan
d.Pilih Universitas Terbuka dan masukkan kode billing dibawahnya
e.Tekan OK
f.Transaksi selesai.Screenshot layar untuk bukti pembayaran
g.Pembayaran selesai

E-BANKING MANDIRI
a.Pastikan bahwa anda sudah terdaftar di E-Banking Mandiri
b.Akses ke www.bankmandiri.co.id
c.Login dengan memasukkan User ID dan Password
d.Klik Pembayaran dan pilih MULTIPAYMENT
e.Pilih rekening pembayaran dan pilih kode perusahaan/UT 10061
f.Masukkan nomer billing anda dan klik "Lanjutkan"
g.Silahkan pilih tagihan yang akan dibayarkan
h.Akan muncul tampilan konfirmasi,masukkan PIN yang muncul pafda TOKEN lalu klik "KIRIM"
i.Cetak tanda bukti transaksi
j.Pemesanan dan Pembayaran selesai.

PEMBAYARAN MELALUI TELLER BANK BRI / MANDIRI /BTN
Cara ini adalah cara yang paling mudah menurut saya. Terutama buat yang tidak memiliki rekening di ketiga Bank tersebut.Kita tinggal datang ke Kantor Bank BRI / Mandiri / BTN yang terdekat dengan membawa nomer billing yang sudah kita catat/print. Ambil nomer antrian dan ketika giliran kita dipanggil kita bilang mau membayar SPP UT sambil menyerahkan nomer billing yang sudah kita catat tadi.Perlu diingat adalah kita jangan bilang bayar buku ke Teller Bank. Karena kebanyakan petugas Teller tidak paham dan kita tidak bisa melakukan pembayaran. Cukup bilang membayar "SPP UT" maka Teller akan memproses pembayaran kemudian mencetak bukti pembayaran dengan biaya administrasi yang murah. Pembayaranpun selesai.

   Setelah pembayaran selesai,biasanya kita akan menerima email pemberitahuan dari pihak TBO bahwasanya uang pembayaran telah diterima oleh pihak TBO dan mereka akan mengirimkan buku ke alamat kita secepatnya.Anda bisa mengecek pesan masuk di email anda untuk melihat pemberitahuan tersebut (lihat contoh gambar 16 dibawah).Biasanya buku akan sampai kurang lebih seminggu setelah kita melakukan pelunasan pembayaran buku tersebut.



Itulah cara melakukan Pembelian dan Pembayaran Buku Modul untuk UT secara mandiri yang bisa saya share. Semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman semua yang membutuhkan.
Selamat mencoba semoga berhasil dan semoga dengan adanya Buku Modul nantinya belajar kita akan menjadi lebih mudah dan bisa mendapatkan hasil yang memuaskan. Aamiin..

Tuesday, 9 June 2015

CARA MELAKUKAN REGISTRASI ULANG UT


   Banyak banget teman-teman yang dulu kuliah di UT Pokjar Kuala Lumpur dan sekarang pulang ke kampung halaman dan meneruskan kuliah di Indonesia kebingungan bagaimana cara melakukan registrasi ulang mata kuliahnya.Disini saya akan coba memberikan tutorial cara melakukan registrasi ulang bagi teman-teman yang belum tahu.Langsung aja yahhh.... Cekidot....
Berikut ini cara melakukan registrasi ulang di UT :

LANGKAH PERTAMA :


Langkah pertama adalah masuk ke www.ut.ac.id lalu pilih dan klik "REGISTRASI ONLINE"(lihat gambar dalam lingkaran diatas).

LANGKAH KEDUA :


Setelah langkah pertama akan muncul tampilan seperti gambar diatas. Pilih dan klik "PROGRAM NON PENDIDIKAN DASAR / REGULER"

LANGKAH KETIGA :


Langkah seterusnya adalah melakukan aktivasi account.Meskipun kita sudah terdaftar sebagai mahasiswa UT,kita tetap harus melakukan aktivasi account dulu untuk bisa membuat registrasi makul sendiri. Caranya hampir sama dengan cara kita melakukan aktivasi Tutorial Online.Pilih Pilihan yang tengah seperti pada gambar dalam lingkaran merah diatas.

LANGKAH KEEMPAT :


Kita akan melihat tampilan seperti pada gambar diatas. silahkan masukkan NIM,Tanggal lahir dan email dengan benar.Untuk email pastikan bahwa kita menggunakan email yang sama dengan email yang kita buat untuk aktivasi Tuton. Cek dulu dengan benar NIM,tanggal lahir dan email kita. Bila memang sudah pasti benar klik "AKTIVASI"

LANGKAH KELIMA :


Setelah selesi langkah keempat,buka tab baru di komputer anda dan masuk ke alamat email yang telah didaftarkan untuk aktivasi account.Periksa di kotak masuk atau di spam untuk melihat tautan untuk memverifikasi account kita.Klik tulisan berwarna biru (lihat contoh gambar diatas) didalam email yang dihantar oleh admin UT.

LANGKAH KEENAM :



Aktivasi account kita sudah berhasil. Silahkan login dengan memakai password yang ada didaam email verifikasi account untuk bisa masuk dan melakukan registrasi makul.

LANGKAH KETUJUH :


Setelah berhasil masuk pilih dan klik "Registrasi"seperti dalam gambar contoh diatas.

LANGKAH KEDELAPAN :


Anda sudah bisa melakukan registrasi mata kuliah anda.Silahkan isi tempat ujian kita.Untuk melihat kode tempat ujian,anda bisa meng klik "Tabel Lokasi Tempat Ujian" disebelah kolom Tempat Ujian.Seterusnya masukkan kode dan nama makul di kotak yang tersedia masing-masing. lalu tekan OK. Untuk menambah makul silahkan klik "Tambah MTK" seperti contoh gambar dalam lingkaran A. Untuk menghapus makul klik tanda silang (X) berwarna merah disebelah makul.Setelah selesai klik "SIMPAN"

Anda sudah selesai melakukan registrasi.Untuk melihat dan mencetak nomer billing anda,silahkan kembali ke 'BERANDA" dan klik "INFO TRANSAKSI" tepat dibawah Registrasi.. Langkah selanjutnya adalah pembayaran. Ada berbagai cara untuk melakukan pembayaran registrasi yang sudah kita lakukan.Berikut ini cara yang bisa dipakai,diantaranya :

ATM BANK BRI
a.Masukkan kartu ATM dan PIN
b.Pilih menu PEMBAYARAN/PEMBELIAN
c.Pilih PENDIDIKAN
d.Masukkan kode 009 (kode UT) diteruskan nomer billing yang sudah kita catat tadi.
e.Akan muncul konfirmasi nama pembayar dan jumlah pembayaran,pilih "YA"
f.Cetak dan simpan bukti transaksi.
g.Registrasi dan pembayaran selesai.

ATM BANK MANDIRI
a.Masukkan kartu atm dan pin kemudian pilih menu PEMBAYARAN / PEMBELIAN
b.pilih sub menu MULTIPAYMENT.
c.Masukkan kode UT 10061 kemudian masukkan nomer billing yang sudah kita catat sebelumnya.
d.Pilih 1 untuk item pembayaran.
e.Akan muncul konfirmasi nama pembayar dan jumlah pembayaran kemudian pilih "YA".
f.Cetak dan simpan bukti transaksi
g.Registrasi dan Pembayaran selesai.

ATM BANK BTN
a.Masukkan kartu atm dan pin
b.Pilih bahasa layanan
c.pilih menu "TRANSAKSI LAINNYA"
d.Pilih menu "PEMBAYARAN"
e.Silahkan masukkan kode UT 0115
f.Masukkan nomer billing
g.Pilih jenis rekening yang anda gunakan
h.Cetak dan simpan bukti pembayaran
i.Registrasi dan pembayaran selesai

MOBILE BANKING BRI
a.Masuk ke aplikasi mobile banking BRI
b.Pilih Pembayaran
c.Pilih Pendidikan
d.Pilih Universitas Terbuka dan masukkan kode billing dibawahnya
e.Tekan OK
f.Transaksi selesai.Screenshot layar untuk bukti pembayaran
g.Registrasi dan Pembayaran selesai

E-BANKING MANDIRI
a.Pastikan bahwa anda sudah terdaftar di E-Banking Mandiri
b.Akses ke www.bankmandiri.co.id
c.Login dengan memasukkan User ID dan Password
d.Klik Pembayaran dan pilih MULTIPAYMENT
e.Pilih rekening pembayaran dan pilih kode perusahaan/UT 10061
f.Masukkan nomer billing anda dan klik "Lanjutkan"
g.Silahkan pilih tagihan yang akan dibayarkan
h.Akan muncul tampilan konfirmasi,masukkan PIN yang muncul pafda TOKEN lalu klik "KIRIM"
i.Cetak tanda bukti transaksi
j.Registrasi dan Pembayaran selesai.

PEMBAYARAN MELALUI TELLER BANK BRI / MANDIRI /BTN
Cara ini adalah cara yang paling mudah menurut saya. Terutama buat yang tidak memilik rekening di ketiga Bank tersebut.Kita tinggal datang ke Kantor Bank BRI / Mandiri / BTN yang terdekat dengan membawa nomer billing yang sudah kita catat/print. Ambil nomer antrian dan ketika giliran kita dipanggil kita bilang mau membayar SPP UT sambil menyerahkan nomer billing yang sudah kita catat tadi. Teller akan memproses pembayaran kemudian mencetak bukti pembayaran dengan biaya administrasi yang murah. Registrasi dan Pembayaranpun selsesai.

Itulah cara melakukan Registrasi Ulang makul secara mandiri yang bisa saya share. Semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman semua yang membutuhkan.Aamiin....
Selamat mencoba semoga berhasil dan bisa meneruskan kuliahnya dimanapun kalian berada.







Thursday, 9 April 2015

MIMPI SANG PEMUDA KECIL

Mengejar matahari

Tuutttt.... tuuutttt.... tutttttt..... tuuuuutttttt.....

“Assalamu alaikum”.Bunyi suara diujung telpon.

“Wa alaikumussalam warohmatullahi wabarokaatuh”  jawab si penelepon.

“Ini Dodik mak,gimana kabarnya emak?” tanya si penelepon itu kepada orang diujung telepon

yang ternyata adalah emaknya.

“ Alhamdulillah nak mak sehat.Kamu sendiri gimana kabarnya?” Tanya si Emak kepada

anaknya.

“Saya sehat juga mak,Bapak gimana kabarnya??” balas si anak menanyakan kabar Bapaknya.

“Bapakmu juga sehat,hati-hati ya nak kerja di negara orang.Jangan lupa sholat 5 waktunya dan

jaga kesehatan.” Jawab sang emak sambil menasehati anaknya.

“Iya mak,doanya aja semoga anakmu disini senantiasa diberikan kesehatan dan

keselamatan,begitupun dengan emak dan bapak serta keluarga di kampung.” Jawab sang anak

menimpali.

Setelah bertanya kabar dan melepas rindu lewat telepon,pemuda kecil itupun menutup

teleponnya.

     Hari ini genap sebulan pemuda kecil itu meninggalkan kampung halaman.Meninggalkan

keluarga yang sangat dicintainya.Meninggalkan teman-temannya.Berat memang,untuk anak

seusia 18 tahun harus berpisah dengan orang-orang tersayangnya,terpisahkan ribuan kilometer

jauhnya.Hanya tekadnya yang bulat untuk merubah nasib keluarganyalah yang membuat dia

terus bertahan.

    Pemuda kecil itu merebahkan badannya ke sebuah dipan kecil yang terbuat dari triplek.

Mungkin kecapekan karena seharian bekerja melayani tukang-tukang bangunan.Mengangkat

semen-semen yang beratnya melebihi berat badannya. Mengangkat keramik yang tak kalah

beratnya. Belum lagi teriakan dan makian yang seringkali dia terima dari sang mandor bangunan

bila dia lambat atau salah dalam bekerja.

    ”Ahhhhhhhhhhhhhh,..” pemuda itu menghela nafas panjang.Seolah ingin membuang semua

rasa capek ditubuhnya.Tangan kanannya diletakkan diatas kening.Bola matanya menerawang

jauh ke langit-langit kamar.Tanda bahwa dia sedang memikirkan sesuatu.Suara gemericik air

hujan diluar rumah menambah kesunyian malam.Semilir angin membawa pemuda itu ke dalam

lamunan.

”Kamu mau nglanjutin kuliah dimana Dik??” tanya perempuan separuh baya kepada pemuda

kecil itu.

”Saya nggak nglanjutin kuliah buk,mau merantau saja” jawab pemuda kecil itu polos.

”Kenapa kamu gak kuliah Dik??? Kamu kan pinter di sekolah” perempuan paruh baya itu

bertanya lagi.

”Enggak bu,,, mau ikut kakak ke Malaysia saja.Mencari modal untuk masa depan,mau bantu

keluarga” jawab pemuda itu lugu.

”Kalau kamu gak nglanjutin kuliah gimana kamu bisa sukses?. Rugi dong punya otak encer

kalau hanya jadi TKI” perempuan paruh baya yang bernama bu Herawati itu menjawab ketus.

”Mau gimana lagi bu,orangtua saya gak punya biaya buat nyekolahin saya sampai Perguruan

Tinggi.Inipun biaya berangkat ke Malaysia saya pinjam uang ke kakak saya” Pemuda itu

menjawab masih dengan keluguannya.

”Ya sudah kalau itu pilihanmu,yang jelas kalau ibu pribadi nggak pengen punya menantu yang

cuma lulusan SMK” bu Herawati menimpali dengan suara ketusnya.

      Tok..tok..tok...!!!

”Dik,buka pintunya.” Suara seorang lelaki dari luar kamar itu membuyarkan lamunan sang

pemuda.

”Iya mas,bentar.” Dengan terburu-buru pemuda itu bergegas membukakan pintu.

”Ada apa mas???” tanya pemuda itu kepada seorang lelaki berusia 30 an yang berdiri didepan

pintu.

”Ini gajimu satu bulan,sudah dipotong makan dan permit” lelaki itu mengulurkan lembaran uang

Ringgit beserta kartu kerja kepada pemuda itu.

”Terima kasih mas” pemuda itu berkata singkat.

Setelah lelaki yang tak lain kakak iparnya itu pergi,pemuda kecil itu bergegas menutup kembali

pintu kamarnya.Dia hitung uang yang ada dalam genggamannya.

”430 Ringgit” pemuda itu berkata sendiri. Itu gaji pertama dia bekerja di Malaysia.

‘’Lumayan untuk nyicil biaya berangkat disini” gumamnya.

      Disandarkannya kepalanya ke dinding kamar. Tatapan matanya kosong. Kata-kata bu

Herawati saat dia akan berangkat ke Malaysia masih terngiang-ngiang dalam ingatannya.Dan

selalu hadir dalam lamunannya.Bu Herawati adalah ibu kepada seorang gadis cantik nan anggun

bernama Heny.Dimana pada gadis itulah hati pemuda kecil itu tertambat.

       Sudah sejak lama pemuda itu menaruh hati pada Heny.Tapi derajat keluarganya yang

berbeda membuat pemuda kecil itu berpikir seribu kali.Ayah Heny seorang perwira menengah

Polisi,sedangkan ayah pemuda itu hanyalah seorang buruh tani.Dan hanya mengandalkan upah

dari membantu pekerjaan bertani orang lain.Hal itulah yang menebalkan tekad sang pemuda

kecil itu untuk berangkat merantau demi merubah nasib keluarganya.

     Menjadi seorang TKI sebenarnya bukanlah sebuah impian dari pemuda polos itu.Sejak kecil

dia selalu bercita-cita menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil seperti halnya pamannya.Tetapi

apalah daya,manusia hanya bisa berencana.Tuhan pula yang tentukan hasilnya.Di jaman yang

serba modern ini manalah laku ijazah SMK untuk melamar kerja menjadi seorang Pegawai

Negeri Sipil.Sementara diluar sana,masih banyak ribuan sarjana yang menganggur.Meski dengan

berat hati pemuda kecil itu meninggalkan orang-orang yang disayanginya untuk merantau

beribu-ribu kilometer jauhnya.

   ”Aku berjanji akan membuktikan kepada orangtuamu kalau aku bisa sukses dan bisa meraih

masa depanku dengan caraku sendiri”. Gumam pemuda itu saat memandangi foto gadis

dambaannya yang dia simpan di dalam dompet lusuhnya.

  ”Aku nggak akan pulang dan menemui kamu sebelum aku bisa membuktikan janjiku ini”

gumamnya melanjutkan.Hampir tiap saat foto itu dipandanginya.Sebuah foto yang menguatkan

tekadnya untuk bisa sukses mencapa impiannya.

     Hari berganti dan waktu terus berlalu.Pemuda kecil itu terus berjuang mewujudkan cita-

citanya.Membanting tulang tak peduli panas maupun hujan.Badannya yang kurus kering seolah

kalah dengan semangatnya yang besar dan membara.Semua pekerjaan dilaluinya dengan penuh

semangat dan dedikasi tinggi.Hal itulah yang menimbulkan rasa kagum dari bossnya.Sehingga

tidak mengherankan jika dalam waktu singkat pemuda kecil itu sudah mampu menjadi seorang

kepala sub contractor yang sangat dibanggakan oleh bossnya.

      Pagi itu si pemuda kecil sudah bangun sejak sebelum adzan subuh berkumandang.Lalu dia

bergegas memanasi mobil Pajero Sport kesayangannya.Pagi itu rencananya dia mau ke Kedutaan

Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur mengantarkan 2 orang pekerjanya untuk memperbarui

Paspor.Pagi-pagi benar mereka sudah berangkat demi menghindari kemacetan yang luar biasa di

jalanan Kuala Lumpur. Satu jam lamanya perjalanan dibutuhkan untuk sampai di tempat yang

dituju.Sesampainya disana mereka membaur dengan ratusan TKI lainnya untuk antri memasuki

pintu gerbang KBRI.Berdesak-desakan satu sama lain demi agar mereka bisa mendapatkan

nomer urut awal.

     Ditengah hiruk pikuk suasana di KBRI,pemuda kecil itu terpandang sebuah majalah kecil

yang terletak didepan meja konter petugas.Bergegas pemuda itu mengambil satu eksemplar

majalah keluaran KBRI itu.Satu demi satu halaman majalah itu dibukanya. Hingga pada suatu

halaman dia menemukan sebuah berita yang menyita perhatiannya.

  ”Universitas Terbuka Pokjar Kuala Lumpur diresmikan oleh Duta Besar Indonesia untuk

Malaysia” baca pemuda itu pelan.Sontak pemuda itu merasa penasaran. Tulisan demi tulisan

dibacanya.

 ”Yessss!!!!! Yesssss!!! Yessssss!!!!” tiba-tiba pemuda itu berteriak kegirangan sambil

mengepalkan kedua tangannya.Dilemparkannya majalah yang dibacanya itu keatas sambil

meloncat kegirangan.Raut bahagia jelas terpancar dari wajahnya.

”Alhamdulillahi Robbil Alamiin”

”Alhamdulillahi Robbil Alamiin”

”Alhamdulillahi Robbil Alamiin” pemuda itu tak henti-hentinya mengucapkan syukur.

Tanpa menghiraukan orang-orang di sekelilingnya yang terus memperhatikan tingkahnya,

pemuda itu seperti menemukan bongkahan emas yang tak terhingga jumlahnya.

”Ada apa to mas Dodik,kok tertawa sendiri” suara Kipli mencoba mencari tahu pada pemuda itu.

”Ini lho pli,ada berita baik buat kita-kita para TKI” jawab pemuda itu.

”Kita ???? kamu aja keleeeesss...” sanggah Kipli dengan gaya bicara khasnya yang seperti anak

paling gaul sedunia.

”Dasar wong gemblung kamu Pli.Ini ni penting lho buat TKI-TKI seperti kita ini.Lihat ni,

sekarang di Kuala Lumpur ini sudah dibuka Universitas Terbuka Kelompok Belajar kuala

Lumpur Pli”

”Jadi kita bisa kuliah tanpa harus meninggalkan pekerjaan kita,dan nanti pulang kita bisa jadi

Sarjana” pemuda itu coba menjelaskan perihal berita yang baru dibacanya itu pada temannya.

”Walah,,, saya terima aja nasib jadi TKI mas.Paling-paling juga nanti pulang kampung ya

pegang cangkul” Kipli menjawab masih dengan gaya cueknya.

”Wes,terserah kamu aja Pli.Yang penting bagiku ini sebuah kesempatan untuk bisa mengenyam

pendidikan tinggi.Biar TKI tidak dipandang sebelah mata lagi. Soal nanti mau jadi apa itu yang

penting kita sudah berusaha.Ya siapa tau niatku jadi PNS seperti pamanku bisa tercapai.” Jawab

pemuda itu mencoba bersikap bijaksana.

Pembicaraan berhenti ketika nomer urut Kipli dipanggil untuk menyerahkan administrasi.

     Sekembalinya dari KBRI sang pemuda kecil itu terus mencari-cari info untuk mendaftar di

Universitas Terbuka itu.Akhirnya,setelah semua persyaratan lengkap resmilah pemuda itu

bergelar Mahasiswa.Sesuatu yang selama ini diimpikannya sudah berhasil dia capai.

Keinginannya untuk bisa melanjutkan kuliah akhirnya bisa terlaksana tanpa harus meninggalkan

pekerjaannya.

   ”Heny,Alhamdulillah aku sekarang bisa kuliah.Doakan aku ya semoga aku bisa pulang dengan

membawa modal untuk masa depan dan gelar Sarjana”gumam pemuda itu ketika memandangi

foto kecil didalam dompetnya yang sudah mulai usang.Tak henti-hentinya dipandanginya foto

gadis anggun berlesung pipi itu.Gadis yang selama ini dia damba dan idam-

idamkan.Kesederhanaan ditengah kemewahan yang membuat gadis itu mempunyai nilai tambah

dimata pemuda itu.

     Hari-hari pemuda itu kini berubah menjadi hari yang menyenangkan sekaligus

menyibukkan.Siang harinya dia akan bekerja mengawasi anak buahnya memasang satu demi

satu ubin keramik di sebuah proyek apartemen mewah di pinggiran kota Kuala Lumpur.Malam

harinya dia akan sibuk didepan laptop bututnya untuk belajar secara mandiri dan membaca satu

demi satu materi yang diberikan oleh tutornya sambil sesekali mengerjakan tugas.Dan bila hari

minggu tiba dia akan pergi ke Sekolah Indonesia Kuala Lumpur yang terletak disebelah stasiun

Komuter Putra.Disanalah dia belajar Tutorial Tatap Muka bersama ratusan mahasiswa lainnya

yang berasal dari kalangan pekerja.

     Disanalah dia menemukan sebuah keluarga baru yang membuatnya semakin semangat untuk

belajar.Kesamaan nasib menjadi seorang Tenaga Kerja Indonesia di negeri orang membuat

mereka seperti dipersatukan dalam sebuah ikatan yang kuat.Kesamaan tekad untuk merubah citra

Tenaga Kerja Indonesia yang sudah terlanjur di cap buruk menguatkan mereka untuk bisa

membuktikan bahwa tuduhan-tuduhan miring itu tak selamanya benar.Berbagai kegiatan positif

mereka buat demi memartabatkan citra TKI di mata masyarakat sekitar.

     Syahdan,lima tahun sudah berlalu sejak pemuda itu meninggalkan kampung halamannya. Dia

sudah berhasil mewujudkan impiannya untuk membantu keluarganya.Begitupun gelar Sarjana

Ilmu Pemerintahan sudah digenggamnya.Tibalah saatnya pemuda itu untuk kembali ke kampung

halamannya.Bertemu kembali dengan orang-orang yang disayanginya.

     Pagi itu,langit Kuala Lumpur mendung.Mentari seakan berduka dan tak mau menampakkan

dirinya.Pemuda kecil itu tergopoh-gopoh menuju taksi yang sudah menunggunya.Hari itu hari

terakhir dia di negeri Malaysia.Negeri yang selama lima tahun ini memberikan dia banyak

pelajaran dan kenangan. Negeri tempat dia mewujudkan impian dan harapannya.Sejenak

dipandanginya rumah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya.Dipandanginya teman-teman

seperjuangannya sesama TKI. Terlihat raut sedih diwajah mereka. Kebersamaan selama lima

tahun di negeri orang akan berakhir hari ini.

   ”Kalian sudah kuanggap sebagai keluargaku sendiri.Teruskan perjuangan kalian,kita sambung

silaturahmi kita dalam doa kita.” Pemuda itu mencoba memberikan sepatah dua patah kata.

Bulir airmata keluar dari kelopak matanya,meski ia mencoba untuk menahannya.

   ”Jaga diri kalian baik-baik disini.Ingat tujuan awal kita kesini.Kepada kalianlah bangsa ini

berharap.Semoga kesuksesan menyertai kalian” pamuda itu menutup pembicaraannya sambil

menjabat tangan teman-teman seperjuangannya satu persatu dan memeluknya.Suasana berubah

menjadi haru ketika pemuda itu mulai melangkah kedalam taksi yang sudah lama menunggu.

Lambaian tangan teman seperjuangannya mengantarkan pemuda itu meninggalkan negeri

Petronas itu.

     Bila langit Kuala Lumpur mendung sejak pagi,beda halnya dengan langit Kota Surabaya.

Cuaca cerah kota pahlawan seolah ingin menunjukkan kepada pemuda itu,bahwasanya dia

sedang tersenyum gembira menyambut kedatangan pahlawan devisa negara itu. Sebuah pesawat

Garuda Indonesia mulus mendarat di Bandara Internasional Juanda.Diantara seratusan lebih

penumpang itu keluarlah pemuda kecil menenteng sebuah koper.Begitu menginjakkan kaki di

negeri tercinta pemuda itu langsung bersujud.

    ”Alhamdulillahi Robbil Alamiin..” pemuda itu bersujud dengan mengucap syukur kepada

Allah.

Lima tahun perjalanannya di negeri orang telah dilaluinya denga selamat dan bisa dibilang

sukses.Setengah berlari kecil pemuda itu menuju ruang pemeriksaan imigrasi dan custom. Rasa

nya sudah tak sabar ingin segera bertemu dengn keluarga yang dicintainya.

    Di pintu kedatangan berdiri seorang lelaki yang rambutnya sudah memutih. Pak Uban begitu

orang-orang didesanya biasa memanggil.Disampingnya seorang wanita berusia 45 tahunan

sedang sibuk memperhatikan orang yang berlalu lalang didepannya.Wanita itu adalah Bu Siti

yang merupakan istri dari Pak Uban.Dari wajah mereka jelas terlihat sedang menunggu

seseorang.Kedua bola mata mereka selalu melihat ke arah pintu  dimana para penumpang

pesawat biasanya keluar. Merekalah kedua orangtua pemuda kecil itu.

   ”Emaaaakkk !!!!! Bapaaaakkk!!!!! ” pemuda kecil menjerit haru ketika dua orang yang sangat

disayanginya sekarang berada didepannya.

Sontak dilepaskannya koper yang dipegangnya dan dengan tergopoh dia menghampiri dua orang

yang tak lain orang tuanya itu. Tangis haru mewarnai pertemuan mereka. Lima tahun lamanya

mereka berpisah.Tak terhitung lagi berapa besar rasa rindu yang mereka rasa.

     Perjalanan menuju rumah mereka di Madiun memakan waktu sekitar 3 jam mengendarai

mobil.Didalam mobil mereka saling bercanda melepas kangen.Hingga perjalanan yang

melelahkan itu menjadi menyenangkan.Sudah banyak yang berubah dari negerinya. Sudah

banyak bangunan-bangunan pencakar langit berdiri dikiri kanan jalan yang mereka lalui.Sudah

banyak supermarket-supermarket besar yang berdiri.

     Sampai juga pemuda itu dirumah yang selama lima tahun ini dia tinggalkan. Rumah

sederhana yang dulu berlantaikan tanah dan berdinding anyaman bambu itu sekarang sudah

berubah menjadi rumah nan asri berlantaikan keramik dan lengkap dengan garasi

disampingnya.Tersenyum bahagia pemuda itu melihat apa yang selama ini diperjuangkannya

menjadi kenyataan.

     Ketika akan memasuki rumah,tanpa sengaja pemuda itu melihat sosok perempuan yang sudah

tidak asing lagi baginya sedang berjalan didepan rumahnya bersama seorang lelaki.Wanita yang

selama lima tahun ini fotonya selalu setia dipandanginya. Mengisi ruang didompetnya. Yaaaa...

perempuan itu adalah Heny. Gadis yang selama ini diimpikannya. Tapi siapa lelaki yang berjalan

dengannya itu??? Pemuda itu mengernyitkan dahi tanda penasaran.

”Masuklah dulu nak” suara bu Siti membuyarkan lamunan pemuda itu.

 Pemuda itupun masuk dan merebahkan tubuhnya ke sofa biru di ruang tamu.

  ”Maafkan emak nak,gak pernah menceritakan soal pacarmu itu” si emak membuka

percakapannya dengan anaknya.

   ”Mereka baru saja menikah sebulan yang lalu.Suaminya itu adalah anak dari teman ayahnya si

Heny.Mereka dijodohkan oleh kedua orangtuanya meskipun si Heny gak mau.” Bu Siti coba

menjelaskan.

   “Emak sengaja tidak memberitahumu agar kamu gak berpikiran macam-macam disana. Sabar

ya nak,mungkin memang bukan jodohmu.Mak yakin Gusti Allah akan memberikan kamu

penggantinya yang lebih baik.” Bu Siti mencoba menenangkan anaknya sambil merangkul dan

mengelus kepala anaknya itu.

   “Nggak apa-apa kok mak,mungkin memang benar kata emak kalau dia bukan jodohku.”

Pemuda itu menjawab pelan.

   ”Setidaknya saya bersyukur bisa mengenal dan mengaguminya.Saya juga yang salah karena

nggak pernah memberi dia kabar selama ini”pemuda kecil itu menjawab kemudian pamitan ke

ibunya mau masuk ke kamar.

     Sesampainya di kamar,pemuda itu membuka dompet kesayangannya. Dikeluarkannya foto

yang selama ini setia menemaninya.Foto gadis anggun berjilbab ungu yang sekarang sudah

menjadi milik orang lain.

   ”Selamat menempuh hidup baru Hen,semoga kamu bahagia selamanya bersama suamimu.”

Pemuda kecil itu berkata lirih sambil memandangi foto yang sudah basah dengan airmatanya.

   ”Terima kasih sudah menjadi penyemangat hidupku selama ini,karenamu aku bisa seperti

sekarang ini.Tanpamu mungkin aku masih seorang pemuda yang tak tau arah.Mungkin Allah

memang sengaja mengirimkanmu untuk menjadi malaikat penyemangatku dan bukan sebagai

istriku” lirih pemuda itu.

     Pemuda itu beranjak dari tempat tidurnya.Kemudian dia bergegas pergi ke sungai yang tak

jauh dari rumahnya.Dipandanginya sejenak foto yang selama ini menemaninya sebelum akhirnya

pemuda itu menghanyutkan foto itu kedalam aliran sungai.Hanyut bersama rasa cintanya yang

tak pernah kesampaian. Meninggalkan kenangan yang takkan pernah terlupakan.

     Syahdan,pemuda itu kemudian berhasil mencapai impiannya menjadi seorang Pegawai

Negeri Sipil dan bekerja sebagai Staf Camat di kantor kecamatan tempat dia tinggal.Disanalah

akhirnya dia bertemu dengan seorang gadis cantik berjilbab bernama Aulia Zahra.Akhir cerita

mereka akhirnya menikah dan dikaruniai 3 orang anak dan hidup berbahagia.Begitulah kalau

Tuhan sudah berkehendak.Apapun tidak ada yang mustahil di dunia ini. Apa yang penting adalah

kita jangan pernah berhenti untuk berusaha sekuat tenaga.

Sunday, 5 April 2015

OSMB UNIVERSITAS TERBUKA POKJAR KUALA LUMPUR


Mahasiswa baru berfoto bersama dengan Bapak Dubes dan Wakil Dubes,Rektor UT,Bapak Atdikbud KBRI KL dan Pembantu Rektor IV,Kepala UPBJJ UT Batam dan Jajaran Perwakilan Bank Mandiri Indonesia di Aula Hasanuddin Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur
Bertempat di Aula Hasanuddin Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur,Universitas Terbuka Kelompok Belajar Kuala Lumpur mengadakan Orientasi Studi Mahasiswa Baru dan Kuliah Umum yang diselenggarakan pada hari Minggu,5 April 2015.

Acara ini dihadiri oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Malaysia Marsekal TNI (Purn.)Herman Prayitno,Wakil Duta Besar Bapak Hermono,Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Prof.Dr.Ir.H.Ari Purbayanto, M.sc.,Rektor Universitas Terbuka Prof.Ir.Tian Belawati M.Ed,Ph.D.,Pembantu Rektor IV Universitas Terbuka Dr.Muhammad Yunus, MA,Kepala UPBJJ UT Batam Drh. Ismed Sawir, M.Sc.,Koordinator UT Malaysia Bapak Taufik Hasyim Salengke MA,beserta seluruh Pengurus Universitas Terbuka Kelompok Belajar Kuala Lumpur serta Pimpinan dan Staff Bank Mandiri Indonesia Kuala Lumpur.

Acara dimulai tepat pukul 09.30 pagi dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh saudari Astrid Eliza salah seorang mahasiswi UT Pokjar KL dan pembacaan doa oleh saudara Syarif Hidayat yang juga seorang Mahasiswa UT Pokjar KL.Acara dilanjutkan sambutan sekaligus laporan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Ari Purbayanto dimana dalam laporannya tersebut beliau mengatakan bahwa jumlah mahasiswa UT di Malaysia yang aktif semakin bertambah banyak hingga mencapai 500 lebih. dan beliau berharap kedepannya UT akan terus berkembang pesat dengan pengelolaan yang lebih profesional.

Setelah laporan dari Atdikbud dilanjutkan dengan sambutan oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia Bapak Herman Prayitno. Mengawali sambutan dengan sebuah pantun,kemudian Bapak Dubes memperkenalkan dirinya bahwa beliau juga adalah alumni Universitas Terbuka juga yang kontan langsung membuat seluruh yang hadir memberikan tepuk tangan yang luar biasa. belia berpesan kepada seluruh mahasiswa UT untuk bisa membagi waktu dengan sebaik-baiknya antara bekerja dengan belajar.Sebelum menutup sambutannya,Bapak Dubes kembali membaca sebuah pantun yang membuat seluruh hadirin kembali bertepuk tangan.
Setelah selesai memberikan sambutan dan motivasinya,Bapak Duta Besar kemudian meresmikan sesi perkuliahan untuk mahasiswa baru dengan memakaikan jas almameter secara simbolik kepada 2 mahasiswa UT Pokjar Kuala Lumpur dan seorang mahasiswa UT Pokjar Pulau Pineng.
Bapak Duta Besar memakaikan jas almameter kepada mahasiswa baru secara simbolik sebagai peresmian sesi perkuliahan mahasiswa baru intake 2015.1

Acara kemudian dilanjutkan dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Rektor UT Prof.Ir.Tian Belawati M.Ed.Ph.D. Dalam kuliahnya Ibu Rektor memberikan banyak motivasi kepada mahasiswa agar kedepannya bisa muncul lagi seorang alumni UT menjadi duta Besar seperti halnya Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Bapak Herman Prayitno yang merupakan alumni UT yang kemudian kembali membuat seluruh hadirin memberikan tepuk tangannya. Selain itu,beliau juga memberikan informasi umum seputar UT dan tips-tips belajar untuk seluruh mahasiswa.

Setelah Kuliah Umum oleh Rektor UT selesai dilanjutkan dengan pemberian motivasi oleh Kepala UPBJJ UT Batam Drh.Ismed Sawir M.Sc. Beliau memberikan tips-tips yang efektif dalam belajar secara mandiri. Salah satunya adalah bahwa cara terbaik untuk kita bisa memahami materi pembelajaran adalah kita harus tertarik dengan apa yang kita pelajari tersebut seperti halnya kita tertarik untuk membaca sebuah berita di koran ataupun cerita dalam novel. Sehingga bila kita sudah tertarik,maka materi yang kita pelajari tersebut akan dengan mudah tersimpan didalam otak.

Terakhir kalinya diadakan sosialisasi oleh pihak Bank Mandiri. Yang mana kedepannya pihak Bank Mandiri akan membantu proses pembayaran registrasi mahasiswa sehingga diharapkan mahasiswa bisa lebih mudah dan terstruktur dalam pembayaran registrasinya nanti. Dan menjamin proses registrasi akan berjalan lancar.

Acara kemudian diakhiri dengan makan bersama sebelum seluruh mahasiswa dan semua yang hadir kembali ke rumahmasing-masing.

Thursday, 19 March 2015

Surat Terbuka Untuk TKI Di Seluruh Dunia



SURAT TERBUKA UNTUK SEMUA SAUDARAKU SESAMA BMI DAN WNI DIMANAPUN BERADA

ASSALAMU ALAIKUM WR.WB.
ASTAGHFIRULLAH HAL ADHIIM...

Sekarang banyak banget beredar video2 saling menghujat dan saling pamer kekayaan. Di awali dengan video 3 orang lelaki di Indonesia (sebelahnya tetangga saya) yang memposting video betapa enaknya ditinggal istrinya merantau ke Taiwan. Akhirnya berbuntut video2 balasan yang menghujat baik dari teman2 BMI Taiwan,Hongkong,Korea,Jepang,Arab,Malaysia dan bahkan Amerika. Makin lama makin menjadi hingga hp,laptop sampai dipalu dan dihancurkan. Terbaru ada pula yang merusak mobil. Ckckckckckck....

Sadarlah wahai saudaraku semua sesama BMI. Bahwasanya dimanapun kita kerja itu rejeki sudah diatur. Yang kerja di Indonesia pun tidak sedikit yang sukses dan kaya. Sebaliknya belum tentu yang merantau jauh dari kampung halaman akan berhasil. Semua tergantung bagaimana kita bisa berusaha dan bersungguh-sungguh mewujudkan niat kita. Dan seandainya kita sudah sungguh-sungguh nyatanya kita masih belum berhasil juga,percayalah bahwasanya ALLAH itu maha adil dan maha pemurah. Mungkin rizkimu masih disimpan untuk beberapa waktu yang akan datang.
Dan bagi kalian yang sudah berhasil...


Tolong janganlah merasa sok. Menghancurkan hp,laptop,dan bahkan mobil. Pernahkah saudaraku semua berpikir.. Masih banyak kaum dhuafa dinegeri kita sana yang bahkan untuk makanpun masih kebingungan. Yang jangankan untuk membeli hp,untuk sekedar membeli obatpun mereka kesusahan. Bahkan banyak saudara kita yang ditolak untuk berobat oleh Rumah Sakit karena tak memiliki biaya.
Kalaupun kita tak bisa membantu mereka,bukankah lebih baik kalau kita diam dan menjaga dengan baik aoa yang kita punya. 


Pernahkah kalian berpikir... seandainya mereka yang serba kesusahan itu melihat ulah kita merusak barang-barang kita??? Tentu mereka akan menggumam : Ya Allah..seandainya saya punya hp mungkin saya bisa jual hp itu saat ini untuk berobat. Pernahkah kalian berpikir hal itu.
Saudaraku semua yang saya yakin kalian sudah pada pintar dan dewasa.


Marilah kita berpikir jernih.
Sekarang bukan saatnya bagi kita saling pamer dan saling hina.
Lihatlah Ibu Pertiwi kita saat ini.
Sang Ibu Pertiwi sedang menangis melihat tanah airnya kacau balau tak karuan.
Ibu Pertiwi kita sedang menangis karena rakyatnya saling bermusuhan.
Para Politikus saling sikut..
Dan kita juga malah ikut-ikut...


Marilah saudaraku semua..
Mari kita bermuhasabah diri. Tiada apa yang bisa kita sombongkan. Karena semua yang kita punya adalah kepunyaan Yang Maha Kaya Allah Azza Wa Jalla.


Maafkan aku saudaraku...
Bukannya aku sok suci.
Bukannya aku sok baik hati.
Tapi percayalah saudaraku...
Niatku tulus dari dalam nurani.
Demi kebaikan Ibu Pertiwi.
Mari saling bermaafan..
Jangan lagi saling bermusuhan..


SALAM SAYANG DARI SAUDARAMU DI NEGERI PETRONAS MALAYSIA.


‪#‎RUMANGSAKU_RUMANGSAMU_JADI_SATU‬
‪#‎PENAK_KABEH_PODO_PENAKE‬
WASSALAMU ALAIKUM WR.WB.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | Best Buy Printable Coupons