Sunday, 31 July 2016

Sejarah singkat Kabupaten Madiun



Kabupaten Madiun merupakan sebuah Kabupaten yang dulunya merupakan daerah Perdikan.Bupati pertama Madiun adalah Pangeran Timoer(namanya dijadikan nama Stadion/GOR di Car uban,Madiun) Dilantik menjadi Bupati di Purabaya (nama awal Madiun) tanggal 18 juli 1568 berpusat di Desa Sogaten (sampao sekarang tanggal 18 Juli diperingati sebagai Hari jadi Kabupaten Madiun) Sejak saat itu secara yuridis formal Kabupaten Purabaya menjadi suatu wilayah pemerintahan di bawah seorang Bupati dan berakhirlah pemerintahan pengawasan di Purabaya yang dipegang oleh Kyai Rekso Gati atas nama Demak dari tahun 1518 - 1568.
pada tahun 1586, kekuasaan pemerintahan diserahkan kepada putri dari Pangeran Timoer yaitu Kanjeng Raden Ayu Retno Dumilah.
Pada tahun 1586 dan 1587 Mataram melakukan penyerangan ke Purabaya dengan Mataram menderita kekalahan berat. pada tahun 1590, dengan berpura - pura menyatakan takhluk, Mataram menyerang pusat Istana Kabupaten Purabaya yang dipertahankan oleh Raden Ayu Retno Dumilah dengan sejumlah kecil pengawalnya. Perang tanding terjadi antara Sutawijaya dengan Raden Ayu Retno Djumilah dilakukan disekitar sendang didekat Istana Kabupaten Wonorejo (Madiun)
Pusaka Tundung Mediun berhasil direbut oleh Sutawidjaya dan melalui bujuk rayunya, Raden Ayu Retno Dumilah dipersunting oleh Sutawidjaya dan diboyong ke istana mataram di Pleret (Jogjakarta). Sebagai peringatan penguasaan Mataram atas Purabaya tersebut maka pada hari
Jumat Legi tanggal 16 November 1590 Masehi nama Purabaya diganti menjadi "Madiun".
Ditinjau dari segi etimologi, nama Madiun berasal dari kata "MBEDI"dan "AYUN " menjadi "MBEDIAYUN" selanjutnya "MBEDIYUN " dan berakhir menjadi " MADIUN" yang mempunyai arti perang di sekitar sendang (mbeji = sendang, ayun = perang ). Madiun dikenal sebagai daerah Mataraman. Karena merupakan bekas wilayah kekuasaan kerajaan Mataram. Maka sebagian besar adat/budaya masyarakat Madiun hampir sama dengan adat/budaya daerah Jogja (kerajaan Mataram) bila dibandingkan dengan mayoritas kebudayaan masyarakat Jawa Timur.

Kabupaten Madiun diapit oleh 3 Gunung berapi (tidak aktif). Yaitu Gunung Pandan,Gunung Wilis dan Gunung Lawu.

Gunung Pandan (lihat gambar nomer 1) mempunyai ketinggian sekitar 897 m adalah sebuah gunung bertipe Stratovolcano yang terletak tepatnya di selatan Kabupaten Bojonegoro , utara Kabupaten Madiun dan
Kabupaten Nganjuk (Perbatasan Kabupaten Madiun dan Bojonegoro).

Gunung Pandan disebelah utara Kabupaten Madiun


Gunung Wilis (gambar nomer 2) memiliki ketinggian 2.169 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan termasuk dalam wilayah enam kabupaten yaitu
Kabupaten Kediri , Kabupaten Tulungagung ,
Kabupaten Nganjuk , Kabupaten Madiun ,
Kabupaten Ponorogo , dan Kabupaten Trenggalek.

Gunung Wilis di sebelah selatan Kabupaten Madiun


Gunung Lawu (3.265 m) terletak di Kabupaten Magetan tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur . Gunung Lawu terletak di antara dua kabupaten yaitu Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dan Kabupaten Magetan , Jawa Timur. Tetapi sudah sangat dekat dengan Kabupaten Madiun.

Gunung Lawu disebelah barat Kabupaten Madiun


Nb : Gambar ketiga Gunung saya ambil dari persawahan didesa saya ketika sore hari. Begitu indahnya pemandangan didesa ketika cuaca cerah. Karena ketiga Gunung ini akan nampak dengan jelasnya.
Jadi... jangan ragu untuk datang ke Kabupaten Madiun. Karena selain kuliner pecel yang enak dan sudah terkenal di seantero dunia,pemandangan di Madiun tidak kalah menariknya dengan daerah pariwisata lain. Belum lagi penduduknya yang ramah-ramah kepada pendatang. ☺☺☺

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | Best Buy Printable Coupons