BANGSAKU MENANGIS LIRIH
350 tahun...
Bangsaku berjuang untuk merdeka
Keringat tercurah darah tertumpah
Demi bangsaku bebas dari penjajah
Ribuan nyawa pahlawan terkorban
Jutaan anak kehilangan Bapak
Gugur demi Ibu Pertiwi
Bumi nan gemah ripah loh jinawi
Bambu runcing melawan meriam nan berdesing
Pantang mundur pejuang bangsaku
Pekik takbir,tahmid,dan tahlil
Merdeka atau mati terpatri dihati
Demi sebuah kemerdekaan bagi bangsa ini
71 tahun sudah bangsaku merdeka
Terbebas dari belenggu kolonialisme
Namun apakan daya
Kemerdekaan ini tidak untuk semua rakyatnya
Ribuan anak tak bisa sekolah
Ratusan sekolah tak layak gedungnya
Sementara di daerah nan jauh terpencil
Layanan kesehatan sulit untuk dinikmati
Jutaan orang mengadu nasib jadi TKI
Menjadi hamba di negeri orang
Di seberang sana TKW-TKW dipamerkan
Dipajang di pusat-pusat perbelanjaan
Ditawarkan seperti barang dagangan
Sementara para penguasa
Sibuk mengurus isi perutnya
Beradu intrik jatuhkan lawan politik
Seakan lupa akan semua janji-janjinya
Wahai kalian pejabat yang terhormat
Tidakkah matamu bisa melihat
Tidakkah telingamu bisa mendengar
Rakyatmu semakin sengsara
Menjerit dan tidak berdaya
Dengarlah,..
Dengarlah dengan hati kalian
Bangsa ini sedang menangis lirih
Menumpahkan airmata penderitaan
Karena kesejahteraan rakyatnya
Tak sebanding dengan kekayaan alamnya
Aku mendengar..
Dengar lirih,.. lirih sekali
Bangsaku ini sedang menangis
Dan seakan ingin berbisik
Selamatkan aku dari penjajahan model baru
Kuala Lumpur,17 Agustus 2016



10:53
Gus Pur
Posted in:
0 comments:
Post a Comment