Tuesday, 16 August 2016

BANGSAKU MENANGIS LIRIH

BANGSAKU MENANGIS LIRIH

350 tahun...
Bangsaku berjuang untuk merdeka
Keringat tercurah darah tertumpah
Demi bangsaku bebas dari penjajah

Ribuan nyawa pahlawan terkorban
Jutaan anak kehilangan Bapak
Gugur demi Ibu Pertiwi
Bumi nan gemah ripah loh jinawi

Bambu runcing melawan meriam nan berdesing
Pantang mundur pejuang bangsaku
Pekik takbir,tahmid,dan tahlil
Merdeka atau mati terpatri dihati
Demi sebuah kemerdekaan bagi bangsa ini

71 tahun sudah bangsaku merdeka
Terbebas dari belenggu kolonialisme
Namun apakan daya
Kemerdekaan ini tidak untuk semua rakyatnya

Ribuan anak tak bisa sekolah
Ratusan sekolah tak layak gedungnya
Sementara di daerah nan jauh terpencil
Layanan kesehatan sulit untuk dinikmati

Jutaan orang mengadu nasib jadi TKI
Menjadi hamba di negeri orang
Di seberang sana TKW-TKW dipamerkan
Dipajang di pusat-pusat perbelanjaan
Ditawarkan seperti barang dagangan

Sementara para penguasa
Sibuk mengurus isi perutnya
Beradu intrik jatuhkan lawan politik
Seakan lupa akan semua janji-janjinya

Wahai kalian pejabat yang terhormat
Tidakkah matamu bisa melihat
Tidakkah telingamu bisa mendengar
Rakyatmu semakin sengsara
Menjerit dan tidak berdaya

Dengarlah,..
Dengarlah dengan hati kalian
Bangsa ini sedang menangis lirih
Menumpahkan airmata penderitaan
Karena kesejahteraan rakyatnya
Tak sebanding dengan kekayaan alamnya

Aku mendengar..
Dengar lirih,.. lirih sekali
Bangsaku ini sedang menangis
Dan seakan ingin berbisik
Selamatkan aku dari penjajahan model baru

Kuala Lumpur,17 Agustus 2016




0 comments:

Post a Comment

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | Best Buy Printable Coupons