Beberapa bulan yang lalu,aku iseng-iseng mengirimkan cerpenku ke Bilik Sastra Voice Of Indonesia Radio Republik Indonesia Siaran Luar Negeri.Ternyata Cerpenku diterima dan dibacakan di acara Bilik Sastra.Bahkan saat itu aku juga sempat ditelpon oleh Mbak Devi,salah seorang penyiar di bilik sastra VOI.Beliau bertanya tentang proses pembuatan cerpenku itu.
Waktu berlalu,bulan pun sudah berganti.Ketika beberapa minggu yang lalu saya membuka-buka dan membaca email yang masuk ke akun emailku.Salah satu email yang masuk ternyata dari VOI. Betapa senangnya hatiku saat itu.Karena di email itu,pihak VOI memberitahukan bahwa cerpenku masuk dalam nominasi 20 besar Bilik Sastra VOI Award 2015.Bayangkan saja,itu cerpen pertamaku.Sengaja aku tampar-tampar pipiku untuk membuktikan kalau aku sedang tidak bermimpi (yahhh,,kayak di film film gitu gaes).Dan beberapa hari kemudian,aku mendapatkan email lagi yang lebih menggetarkan hati.Cerpenku berhasil masuk 2 besar cerpen terbaik dan aku diundang ke Jakarta dengan tiket dan semua akomodasi ditanggung oleh pihak VOI.Waowwwww.... gak nyangka banget aku.Sampai-sampai airmataku menetes saat aku melakukan sujud syukur.
Singkat cerita,pada tanggal 31 Oktober 2015 kemarin,berangkatlah aku memenuhi undangan dari VOI.Aku terbang dengan menggunakan pesawat Garuda menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta(kapan lagi gaess pegawai Bank Unan seperti saya ini bisa naik Garuda. Haha..)Sampai disana,kru VOI yang menjemput kami menyambut kami dengan sambutan yang luar biasa ramah.Saya dan pemenang dari Hongkong bernama Susana Nisa disambut oleh mbak Wati,mbak Enggar,bu Volda,pak Sapto,mas Tisna dan juga mas Tatang.Sebelum menuju ke hotel tempat kami menginap,kami diajak singgah dulu di Restoran 2 Tak di Cikini.Restoran dengan ciri khas dan masakan Sunda ini menyajikan makanan yang luar biasa enak dengan harga yang relatif murah.
Setelah selesai makan,kami melanjutkan perjalanan kami menuju hotel tempat kami menginap selama di Jakarta.Di sepanjang jalan,Pak Sapto yang memandu mobil menjelaskan tempat-tempat yang kami lewati dengan sangat ramah sekali.Dan kami berdua yang memang belum pernah ke Jakarta sebelumnya merasa antusias mendengarkan cerita dari Pak Sapto tersebut.Hingga tanpa terasa,sampailah kami ke Fave Hotel yang berada di Jalan Cideng Timur 58 Jakarta.Di hotel inilah aku menginap selama 4 hari berada di Jakarta.
Minggu pagi,aku sudah ditelpon oleh mbak Wati untuk bersiap jam 9 pagi.Karena pada hari inilah acara pemberian penghargaan akan dilaksanakan.Kami dijemput di hotel tepat jam 9 pagi.Sebelum menuju ke tempat acara,kami berdua diajak jalan-jalan dulu ke Monumen Nasional atau yang lebih dikenal dengan sebutan Monas.Dari Monas kemudian singgah ke kantor Mahkamah Konstitusi dan berfoto ria bersama sebelum akhirnya ke tempat acara penghargaan.
Dan akhirnya,sampailah kami berdua ke tempat yang sangat kami nanti-nantikan.Ya... di Kantor Stasiun RRI Jakarta tepatnya di auditorium Abdurrahman Saleh.Acara dimulai dengan pembukaan diteruskan dengan sambutan oleh Kepala Stasiun Luar Negeri RRI Pak Eddy Sukmana.Acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada pemenang Bilik Sastra VOI Award 2015.Dan begitu namaku dipanggil,rasanya jantung ini berdetak semakin cepat dan tubuh serasa menggigil kedinginan.seluruh pandangan mata hadirin tertuju kepada kami berdua.
Dari kiri : Pemenang berfoto bersama Kepala Stasiun Luar Negeri dan Kepala Bidang
Selesai acara penghargaan,kami sebagai pemenang juga berkesempatan menjadi pembicara di acara dialog yang dipandu oleh penyiar kawakan mbak Nouva Kasim.Selain kami,pihak penyelenggara juga mengundang 3 pembicara lain yaitu penulis Bunda Pipiet Senja,Redaktur Senior Republika sekaligus penulis Irwan kelana,dan penulis skenario mbak Nadia.Dialog seru terjadi tentang sastra migran.Kami juga ditanya tentang perjalanan kami dalam menulis cerpen yang berhasil membawa kami menjadi juara tersebut.Setelah acara puncak penghargaan selesai,kami diajak masuk ke studio RRI Siaran Luar Negeri untuk melihat-lihat studio dimana cerpen kami dibacakan.Kami juga diperkenalkan dengan semua penyiar dan seluruh kru VOI.Kami yang selama ini hanya kenal mereka dari suara merdu mereka yang mendayu-dayu di udara akhirnya berkesempatan untuk bertatap muka dengan mereka.
Selesai acara penghargaan,kami diajak jalan-jalan keliling Ibukota. Mulai dari mengunjungi Kota Tua,Museum Fatahillah,Museum Bahari,dan menara Syahbandar.Tapi sayang, kami gak sempat masuk dan berlama-lama disana karena keterbatasan waktu. Keesokan harinya,kami berkesempatan mengunjungi Masjid Istiqlal Jakarta dan diterima sebagai tamu VIP.Biasanya,hanya tamu-tamu negara ataupun pejabat pemerintah saja yang bisa diterima sebagai tamu VIP ini.Gak kebayang kan,betapa senengnya hati kami.Bisa duduk di kursi yang biasa diduduki Presiden maupun Kepala Negara dari negara sahabat.Bisa menabuh bedug masjid yang hanya orang-orang penting saja bisa melakukannya (semoga suatu saat saya bisa menjadi orang penting beneran. hehehee...)
Sore harinya,kami berkesempatan mengunjungi Harian republika dan bertemu dengan Redaktur Pelaksana Harian Pak Subroto.Beliau berpesan kepada kami untuk tidak berhenti sampai disini. Menyarankan kami untuk bisa berpartisipasi juga untuk menulis di Republika melalui rubrik opini dan sastra.Kami diajak naik ke lantai 4 kantor Republika untuk melihat secara langsung bagaimana sebuah berita itu dari ditulis kemudian masuk ke editor kemudian dicetak.Sebuah pengalaman luar biasa tentunya untuk kami yang selama ini hanya taunya membaca koran yang sudah jadi.
Di hari terakhir di Jakarta,aku berkesempatan mengunjungi Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin di Taman Ismail Marzuki.Disana saya melihat-lihat karya para sastrawan terkenal semacam Khairil Anwar,Taufiq Ismail,Abdul Hadi,dan sastrawan lainnya.Sayangnya pada kunjungan ke PDS H.B.Jassin ini sahabat saya Susana Nisa tidak bisa ikut karena sudah harus kembali ke Hongkong. Secara kebetulan,saya bertemu dengan seorang penulis buku dari Belanda Dick Van Der Meij. Beliau adalah seorang penggiat sastra Jawa kuno,Melayu,Bali dan sastra-sastra Nusantara lainnya. Bahkan beliau sangat pandai bertutur jawa halus. Yang kita orang Jawa aslipun belum tentu bisa. Dan dalam kunjungan ini,saya bertemu dengan sahabat lama saya mbk Dwi beserta suaminya. Jadi deh,reuni sekaligus jalan-jalan.Hehehe..
Selesai dari PDS H.B.Jassin,saya memberanikan diri untuk pergi ke Bogor ke tempat teman sepermainan saya di masa kecil.Saya memberanikan diri naik KRL dari stasiun Cikini menuju Bogor.Disana,teman saya sudah menunggu dan akhirnya saya diajak jalan-jalan ke Istana Bogor,Kebun Raya Bogor dan juga ke Puncak. Wahhhh... kebayang kan gaes serunya. Ibaratnya pepatah sekali mendayung,dua tiga pulau terlampaui.Sekalian ke Jakarta,sekalian bereuni dengan sahabat yang sudah lama tidak bertemu.
Empat hari di Jakarta,sampailah saatnya aku harus kembali ke tanah rantau.Huhuhuhu... sedih banget gaes,harus berpisah dengan kru VOI yang sudah 4 hari bersama-sama.Meninggalkan sejuta kenangan yang sangat menyenangkan bersama mereka. Bahkan sudah seperti keluarga sendiri. Itu kata-kata Bu Rita,bagian kerjasama VOI yang selalu aku ingat.
Terima kasih Voice Of Indonesia atas sambutan yang luar biasa kepada kami. Semoga makin berkembang dan mampu mengangkat nama bangsa Indonesia ke seantero dunia. Dan dari hati yang terdalam,aku berharap semoga suatu saat nanti bisa kembali bertemu dengan semua kru VOI yang sangat ramah luar biasa.Untuk sahabatku di perantauan yang ingin seperti saya,mari berkarya gaes. Kirim cerpen kalian ke email voirri@gmail.com.Mungkin tahun depan kalian yang akan kesana. Dan dimanapun kalian berada,jangan pernah berhenti untuk berkarya dan membawa nama baik negeri tercinta.Selamat berkarya.
10 comments:
Selamat mas Agus
Aku ikut bangga .. succes ya mamase salam mbelegedes :ngacir
selamat ndan
selamat ndan
Syelamat pak guru ...
Terima kasih sudah singgah di gubuk saya. Semoga berkenan dengan tulisan saya. Dan menambah semangat saya untuk terus berkarya. Semangat Gaess...
Keren mas.. tapi penasaran sama cerpen mas agus hihii :D
Keren mas.. tapi penasaran sama cerpen mas agus hihii :D
Keren,,,aq boleh pinjam cerpennya gak mas agus purwanto.
Pengen tahu nih isi cerpennya .
bukunya akan terbit Bulan November nanti. beli aja bukunya yah. :D
judulnya apa mas, dah November nohh, pembeli pertama dapat discount brp persen hehee...
Post a Comment